Gagal Juara Liga Champions, Pep Guardiola di Kutuk Dukun Afrika

Gagal Juara Liga Champions, Pep Guardiola di Kutuk Dukun Afrika

Juru taktik Manchester City, Pep Guardiola harus tertunduk lesu usai mengalami kekalahan di Final Liga Champions dari Chelsea di Estadio do Dragao Minggu (30/5).

Pelatih berkepala plontos tersebut, dinilai gagal menerapkan strategi yang jitu di laga Final itu. Namun Pep Guardiola membela keputusannya, dikutip dari The Athletic ia menegaskan timnya sudah tampil bagus.

“Ini musim yang luar biasa bagi kami. Itu pertandingan yang ketat. Kami punya peluang,” ujarnya menambahkan.

“Kami brilian di babak kedua, kami berani dan kami tidak bisa mengonversi peluang karena mereka sangat kuat. Para pemainnya luar biasa. Kami mungkin kembali suatu hari nanti!”

“Saya melakukan apa yang saya pikir adalah keputusan terbaik (pada pemilihan timnya),” kilahnya lagi.

Kegagalan Pep menjuarai Liga Champions juga memunculkan kembali soal cerita ia dikutuk para dukun Afrika. Pep dianggap menyingkirkan Yaya Toure. Alasannya, Guardiola disebut tak senang dengan pemain-pemain Afrika.

“Fakta bahwa Guardiola mengakhiri karir Yaya di Manchester City bukanlah kesalahan, tapi kejahatan. Tapi bumerang itu akan kembali, Pep,” kata Seluk, dilansir dari The Guardian, tiga tahun lalu.

“Dan saya yakin banyak dukun Afrika di masa depan tidak akan mengizinkan Guardiola memenangkan Liga Champions. Ini akan menjadi kutukan bagi Guardiola Afrika. Hidup akan menunjukkan apakah saya benar atau tidak.”

“Anda masih akan melihat seperti apa dukun Afrika itu. Ingatlah ini selalu,” tambah Agen Yaya Toure tersebut.

Namun terlepas dari hal tahayul dan kesalahan Pep menerapkan strategi. Final pertama yang dijalani Manchester City ini, tentunya akan menjadi pelajaran untuk mereka jika sampai di final musim depan. Mereka takkan membuat kesalahan yang sama dan membuang peluang untuk yang kedua kalinya.